Membaca
Al-Qur’an Yang Baik
Al-Qur’an
adalah kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada
Rasulullah saw. Setiap mukmin mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap
kitab suci. Diantara kewajiban dan tanggung jawab itu adalah mempelajari dan
mengamalkannya. Dan juga mempelajari bagaimana membaca quran yang baik.
Rasulullah
bersabda “Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan
mengajarkannya.” Dalam hadist lain Rasulullah mengatakan, “Sesungguhnya seseorang
yang berpagi-pagi mempelajari ayat-ayat lebih baik yang seperti itu daripada
mengerjakan sembahyang sunat seratus rakaat.” Dari hadist yang diriwayatkan
oleh Ibnu Abbas, Rsulullah mengatakan,”Siapa-siapa yang mempelajari kita Allah,
kemudian mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya, Allah akan menunjukinya
dari kesesatan dan akan dipeliharanya pada hati kiamat dari siksa yang berat.” Belajar
membaca quran yang baik dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu belajar
sampai baik dan lancar kaidah-kaidah yang berlaku dalam qiraat dan tajwid,
belajar arti dan maksud yang terkandung di dalamnya, dan tingkatan yang
terakhir adalah menghafalnya.
Kalam Allah (Al-Qur’an) yang
merupakan pedoman hidup umat manusia (khususnya umat Islam), diturunkan dalam
bahasa Arab. Umat Islam diperintahkan agar selalu membaca quran yang baik
dengan menggunakan tartil (benar panjang-pendeknya, benar dalam pengucapan
hurufnya, mentadabburi atau merenungkan dan mentafakkuri atau memikirkan isi
kandungan ayat-ayatnya, dan lain-lain.)
Untuk sampai
kepada bacaan yang tartil itu, sudah tentu memerlukan metode yang paten, metode
yang praktis, metode yang mampu mengantarkan seseorang dapat membaca Al-Qur’an yang baik dan benar (sesuai
dengan apa yang telah disampaikan Nabi Muhammad saw).
Cara
Membaca Al-Qur’an Yang Benar
Posted by Belajar Baca
Al-Quran
Al- Qur’an adalah
kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada
Rasulullah saw. Setiap
mukmin mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap kitab sucinya. Diantara
kewajiban dan tanggung jawab itu adalah mempelajari dan mengamalkannya.
Belajar
Al-Qur’an dapat dibagi kepada beberapa tingkatan yaitu belajar membaca sampai
baik dan lancar dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam qiraat dan tajwid,
belajar arti dan maksud yang mengandung di dalamnya, dan tingkatan yang
terakhir adalah menghafalnya. Cara baca al-qur’an yang benar adalah dengan
memperhatikan beberapa hal seperti yang disebutkan tadi dalam tingkatannya.
Ilmu tajwid
merupakan ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an yang benar dan baik
sehingga sempurna maknanya. Dalam membaca Al-Qur’an tidak sama dengan membaca
teks Arab seperti pada umumnya. namun membaca Al-Qur’an ada kaidah dan atyran
tersendiri.
Membaca
Alqur’an diawali dengan membaca ta’awwuz, basmalah dan surah. Membaca Al-Qur’an juga
memperhatikan makhraj. Makhraj adalah tempat keluar. Cara mengetahui tempat
keluarnya sebuah huruf yakni dengan cara menambahkan salah satu huruf
didepannya, kemudian huruf yang ingin diketahui diberi baris sukun.
Cara membaca Al-qur’an yang benar adalah
membacanya dengan suara yang tegas, sehingga Anda benar-benar mampu membedakan
cara-cara pada tiap hukum tajwid yang dijelaskan.
Tanda Baca
Al-Quran
Posted by Belajar Baca
Al-Quran
Harakat (Arab: حركات, dibaca harakaat) atau
yang disebut juga tanda tasykil merupakan tanda baca atau diakritik yang
ditempatkan pada huruf Arab untuk memperjelas gerakan dan pengucapan huruf
tersebut. Dalam membaca al-quran, wajib hukumnya bagi mereka yang sudah akil
baligh untuk menggunakan tanda baca alquran.
Harakat
digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran bagi
seseorang yang baru belajar dan memahami atau mengenal tanda baca dalam membaca
dan melapazkan Al Quran. Tulisan Al Quran atau yang
biasa dikenal sebagai tulisan Arab sering kitat temui tak hanya pada Kitab suci
Al Quran saja, namun terdapat juga pada buku cerita anak-anak, buku pendidikan
yang bernapaskan islami terdapat tulisan Arab. Walaupun dalam penulisannya
tidak menggunakan harakat, karena pada umumnya sudah mengenal dan mengetahui
huruf harakat meski tidak diberi tanda, ketika membaca akan seperti timbul
suara penekanan pada tulisan Arab tertentu terutama pada kata yang tidak biasa
digunakan guna menghindari kesalah dalam membaca.
– Contoh tulisan arab tanpa harakat :
قل اعوذ برب
الناس
dibaca : qul
a’uudzu birabbin naasi
– Contoh
tulisan Arab dengan berharakat :
قـُلْ ٲعُوْذ
ُبـِرَبِّ ٱلنـّٰاسِ
dibaca : qul
a’uudzu birabbin naasi
Selain itu
adapula macam-macam tanda baca lainnya atau macam harakat, diantaranya adalah :
1. Fathah
Fathah
(فتحة) adalah harakat yang berbentuk seperti garis horizontal kecil atau
tanda petik ( ٰ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang
melambangkan fonem (a). Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti membuka,
layaknya membuka mulut saat mengucapkan fonem (a). Ketika suatu huruf diberi
harakat fathah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-a), contonya huruf lam (ل
) diberi harakat fathah menjadi “la” (لَ ). Cara melafazkannya ujung
lidah menempel pada dinding mulut
2. Alif
Khanjariah
Tanda huruf
ALif Khanjariah sama halnya dengan Fathah, yang juga ditulis layaknya garis
vertikal seperti huruf alif kecil ( ٰ ) yang diletakkan diatas atau
disamping kiri suatu huruf Arab, yang disebut dengan mad fathah atau alif
khanjariah yang melambangkan fonem (a) yang dibaca agak panjang. Sebuah huruf
berharakat fathah jika diikuti oleh Alif (ا) juga melambangkan fonem
(-a) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata “laa” (لاَ) dibaca dua
harakat.
3. Kasrah
Kasrah
(كسرة) adalah harakat yang membentuk layaknya garis horizontal kecil ( ِ
) tanda baca yang diletakkan di bawah suatu huruf arab, harakat kasrah
melambangkan fonem (i). Secara harfiah, kasrah bermakna melanggar. Ketika suatu
huruf diberi harakat kasrah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-i), contonya
huruf lam (ل) diberi harakat kasrah menjadi (li) (لِ).
Sebuah huruf
yang berharakat kasrah jika bertemu dengan huruf “ya” (ي ) maka akan
melambangkan fonem (-i) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata ” lii ” (
لي) dibaca 2 harakat.
4. Dammah
Dammah (ضمة)
adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf ” waw “( wau) (و) kecil
yang diletakkan di atas suatu huruf arab ( ُ ), harakat dammah
melambangkan fonem (u). Ketika suatu huruf diberi harakat dammah, maka huruf
tersebut akan berbunyi (-u), contonya huruf ” lam ” (ل) diberi harakat
dammah menjadi (lu) (لُ).
Sebuah huruf
yang berharakat dammah jika bertemu dengan huruf “waw” (و ) maka
akan melambangkan fonem (-u) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata (luu)
(لـُو).
5. Sukun (
hara’kat )
Sukun
(سکون) adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf “ha” (ه)
yang ditulis di atas suatu huruf Arab. Tanda bacanya bila ditulis seperti huruf
(o) kecil yang bentuknya agak sedikit pipih. Harakat sukun melambangkan fonem
konsonan atau huruf mati dari suatu huruf, misalkan pada kata “mad” (مـَدْ)
yang terdiri dari huruf mim yang berharakat sehingga menghasilkan bunyi fathah (مَ)
dibaca “ma”, dan diikuti dengan huruf “dal” (دْ) yang berharakat
sukun yang menghasilkan konsonan atau bunyi (d) sehingga dibaca menjadi
“mad” (مـَدْ).
Harakat
sukun juga misa menghasilkan bunyi diftong, seperti (au) dan (ai), cotohnya
pada kata (نـَوْمُ) yang berbunyi (naum)u)) yang berarti tidur, dan juga
pada kata (لَـيْن) yang berbunyi (lain) yang berati lain atau berbeda.
6. Tasydid
Tasydid (
تشديد) atau yang disebut syaddah ( شدة) adalah harakat yang bentuk
hurufnya (w) yang diberi atau seperti kepala dari huruf “sin” (س)
yang diletakkan di atas huruf arab (ّ ) yang letaknya diatas suatu huruf
Arab. Harakat tasydid melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan
dengan simbol konsonan ganda, sebagai contoh pada kata ( شـَـدَّةٌ) yang
berbunyi (syaddah) yang terdiri dari huruf syin yang berharakat fathah (ش)
yang kemudian dibaca (sya), diikuti dengan huruf “dal “yang berharakat
tasydid fathah ( دَّ) yang menghasilkan bunyi (dda), diikuti pula dengan
ta marbuta ( ةٌ) di akhir kata yang menghasilkan bunyi (h), sehingga
menjadi (syaddah).
7. Tanwin
Tanwin (bahasa
Arab: التنوين, “at tanwiin”) adalah tanda baca (diakritik) harakat pada
tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pada akhir kata tersebut diucapkan
layaknya bertemu dengan huruf nun mati.
8. Wasal
Wasal (bahasa Arab: وصلة, dibaca: washlat)
adalah tanda baca atau diakritik yang dituliskan pada huruf Arab yang biasa
dituliskan di atas huruf alif atau yang disebut juga dengan Alif wasal. Secara
ilmu tajwid, wasal berarti meneruskan tanpa mewaqafkan atau menghentikan
bacaan.
Harakat
wasal selalu berada di permulaan kata dan tidak dilafazkan apabila berada di
tengah-tengah kalimat, namun akan berbunyi layaknya huruf hamzah apabila dibaca
di awal kalimat.
Contoh alif
wasal:
ٱهدنا ٱلصرط
“ihdinas
shiraat”
Bacaan
tersebut memiliki dua alif wasal, yang pertama pada lafaz “ihdinaa” dan “as
shiraat” yang manakala kedua lafaz tersebut diwasalkan atau dirangkaikan dalam
pembacaannya maka akan dibaca “ihdinas shiraat” dengan menghilangkan pembacaan
alif wasal pada kata “as shiraat”.
Lihat contoh
berikut dibawah ini :
نستعين ٱهدنا
ٱلصرط
“nasta’iinuh
dinas shiraat”
Bacaan di
atas terdiri dari kata “nasta’iin”, “ihdinaa dan as shiraat”, dengan mewasalkan
lafaz “ihdina” dengan lafaz sebelumnya, sehingga menghasilkan lafaz
“nasta’iinuh dinaa”, dengan mewasalkan lafaz “as shiraat” dengan lafaz
sebelumnya, maka akan menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinas shiraat”.
Alif wasal
lebih sering dijumpai bersamaan dengan huruf lam atau yang disebut juga dengan
alif lam makrifah pada lafaz dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kata yang
bersifat isim atau nama.
Contoh alif
wasal dalam alif lam makrifah:
ٱلصرط
“as shiraat”
ٱلبقرة
“al baqarah”
ٱلإنسان
“al insaan”
“as shiraat”
ٱلبقرة
“al baqarah”
ٱلإنسان
“al insaan”
9. Waqaf
Waqaf dari
sudut bahasa artinya berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid
ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan
untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Waqaf dibagi
menjadi 4 jenis, diantaranya :
– ﺗﺂﻡّ
(taamm) – waqaf sempurna – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu
bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau
bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki
kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.
– ﻛﺎﻒ
(kaaf) – waqaf memadai – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu
bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan,
namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.
– ﺣﺴﻦ
(Hasan) – waqaf baik – yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi
makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan
sesudahnya.
– ﻗﺒﻴﺢ
(Qabiih) – waqaf buruk – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara
tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini
harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan
maknanya dengan bacaan yang lain.
Tanda-tanda
waqaf
– Tanda mim (
مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat
sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi
setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya.
Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun
sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya.
– tanda tho
( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
– tanda jim (
ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun
diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
– tanda zha
( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti
– tanda sad (
ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik
untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tetapi tidak
mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya,
dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad
– tanda sad-lam-ya’
( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau
meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa
mewaqafkannya adalah lebih baik
– tanda qaf
( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah
dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik
meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.
– tanda sad-lam
( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yoosalu” yang bermakna “kadang kala
boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh
diwasalkan.
– tanda Qif
( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda
tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya
tanpa berhenti.
– tanda sin
( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa
mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa
mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.
– tanda Waqfah
( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus
berhenti lebih lama tanpa mengambil napas
– tanda Laa
( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada
penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka
tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca
tersebut boleh berhenti atau tidak.
– tanda kaf
( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan
kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.
– tanda
bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf
Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja
dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika
sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan
sebaliknya.
Beberapa
tanda baca alquran diatas, wajib dipelajari oleh mereka para muslim, karena
jika tanda baca salah maka untuk pengertian dari isi ayat atau bacaan alquran tersebut
akan menjadi salah.
Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT yang
diturunkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW yang menjadi pedoman bagi
setiap umat manusia sebagai pedoman hidup guna menunjukkan kepada jalan
kebaikan dan kebenaran, mengingatkan manusia agar berpegang teguh pada Al Quran
untuk selamat di Dunia dan Akhirat. Jika suatu buku memiliki suatu nilai
manfaat dari setiap isinya, maka alquran banyak memiliki manfaat dan menjadi
tuntunan hidup atau pegangan manusia dalam hidup didunia. Bahkan Al Quran memiliki keistimewaan bagi setiap
orang yang membacanya, bahkan dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
”
Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10
kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu membuat hidup manusia
menjadi aman dan tentram.
Berikut ini
sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan mengamalkan Al Quran, diantaranya
adalah :
1. Dari tiap
ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya
2. Al Quran
sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun kepada jalan kebaikan, kebenaran
dan keselamatan
3. Al Quran
sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya
4. Al Quran
mampu memotivasi diri dan pemberi semangat
5. Al Quran
sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan sifat dan perilaku manusia
6. Al Quran
sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang mampu mendamaikan dan memberi
ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang
terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah
7. Al Quran
sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT
8. Al Quran
sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT
9. Dalam
sebuah janjiNya, Allah SWT berjanji akan memberikan segala kebutuhan dan
mencukupi segala kehidupan manusia di dunia dan di akhirat serta mengangkat
derajat manusia meski di dunia hidup penuh dengan segala kekurangan
10. Al Quran
akan menjadi pelindung diri bagi siapa saja yang membacanya dari tiap ayat yang
dibacanya
11. Al Quran
bagi siapa saja yang memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
akan semakin bertambah ilmunya
12. Siapa
saja yang mempelajari dan memahami Al Quran bagaikan menyelami luasnya samudera
kehidupan dan menikmati anugerah kehidupan yang dirasakannya serta mengambil
segala hikmah dan manfaat dari Al Quran
13.
Seseorang yang rajin membaca Al Quran memiliki jiwa yang sejuk, penuh dengan
kesabaran, hati yang jernih, jiwa dan pikiran yang lapang, dan wajah yang
bercahaya
14.
Menjadikan seorang yang kreatif, penuh motivasi dan inovatif
15. Membuat
manusia semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta Dunia dengan segala isinya
16. Membuat
seseorang menjadi bersyukur dengan segala nikmatNya
17.
Terhindar dari segala kecemasan, kekhawatiran, rasa pesimis, kesedihan, selalu
penuh dengan harapan dan kegembiraan
18. Selalu
mendapat jalan kemudahan, kebaikan dan petunjuk serta mengingatkan diri dari
hal-hal yang dilarangNya
19. Bagi
seseorang yang membaca dan mengamalkannya, merasakan senantiasa dalam setiap
langkahnya selalu dilindungi oleh Allah SWT
20. Sebagai
pelebur dosa, yang mengingatkan manusia akan dosa-dosa dan mencegah dirinya
kembali dalam dosa
21.
Memperkuat keimanan, ketaqwaan dan penjagaan diri
22.
Memudahkan segala rizki
23. Sebagai
pintu keberkahan bagi siapa saja yang membacanya
24.
Dijadikan sebagai manusia yang terbaik
Dari `Utsman
bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang
mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.
25. Akan
dikumpulkan bersama para Malaikat Allah
Dari `Aisyah
Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an
dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat
yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih
terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan
mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi (Keuntungan dan kebaikan).
26. Sebagai
syafa`at dan penyelamat di Hari Kiamat
Dari Abu
Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah
Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat
bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R.
Muslim.
27.
mendapatkan segala kenikmatan yang tiada batasnya
Dari Ibnu
`Umar, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki
orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah
kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya
sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta
maka dia infaqkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.
28. Sebagai
ladang pahala
Dari
Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : “Barangsiapa yang membaca satu
huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan
akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif
lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan
“Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”.
29. Untuk
Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota dan kenikmatan surga
Dari Muadz
bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an
dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota
kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih
terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa
ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.
30.
Mendapatkan kenikmatan Syurga dan di penuhinya segala apa yang diinginkan
Mungkin
ketika di dunia hidup dalam serba keterbatasan dan kekurangan, karena rajin
membaca serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai
pribadi yang tangguh, taat dan menjalankan perintah dan laranganNya. Niscaya
akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang tidak pernah di dapat ketika di
dunia.
Masih banyak
manfaat dan keutamaan lainnya dari membaca Al Quran yang bila kita mengilhami dan terus
mempelajarinya tak akan mampu menghitung berapa banyak manfaat dan anugerah
serta nikmat yang telah diberikan-Nya.
Cara
Belajar Baca Al-Quran
Dalam membaca Al Quran dan memahami makna dari tiap
ayat Al Quran yang kita baca, tentunya kita harus mengetahui bagaimana cara
membaca yang baik dengan mengenal huruf hijaiyyah, tajwid dan hukum cara
membaca Al Quran. Cara belajar membaca alquran yang baik adalah dengan
beberapa langkah yang harus diperhatikan agar dapat membaca Al Quran
dengan baik dan benar.
1. Pada
mulanya kita harus bisa mengenal dan membaca huruf hijaiyyah yang jumlahnya ada
28 huruf. Membaca Al Quran sama hal kita belajar membaca huruf alphabet dan
belajar membaca bahasa indonesia. Jika kita mengetahui dan dapat membaca 28
huruf hijaiyyah dengan benar, itu merupakan modal pertama untuk kita membaca Al
Quran dengan baik. Namun sebelum membaca Al Quran kita diharuskan mengawali
dengan membaca kitab Iqro yang isinya dimulai dari cara membaca dan mengeja
huruf hijaiyyah mulai dari ‘Alif sampai dengan ‘Ya kemudian di dalam Iqro kita
akan diajarkan awal mulanya belajar membaca dan melafazkan contoh dari huruf
hijaiyyah seperti halnya kita kali pertama belajar melafazkan bahasa indonesia,
dilanjutkan dengan level dalam membaca Iqro dari tingkat 1 sampai dengan
tingkat 6. Jika sudah tamat dalam membaca Iqro kemudian baru mempelajari baca
Al Quran dimulai dari surat Al Fatihah dan Al Baqarah ayat 1-5.
2. Setelah dirasa mampu dan fasih dalam membaca huruf
hijaiyyah, kemudian mempelajari dan memahami tanda baca dalam tiap ayat Al
Quran seperti fathah, kasrah, dan dhomah. Ketiga tanda baca tersebut sama
halnya dengan kita membaca dan mengeja tanda huruf vokal dalam bahasa
indonesia.
3. Kemudian
setelah paham dengan tanda baca Al Quran, dilanjutkan dengan melafazkannya
dengan mengetahui panjang pendeknya harkat yang harus dibaca. Selain tanda baca
seperti fathah, kasrah dan dhomah, ada tanda baca lainnya yang harus
diperhatikan seperti Mad Arid Lissukun, Mad Wajib Muttasil dll. Walaupun
isyarat tanda baca ini tidak sering muncul dalam tiap ayat Al Quran. Namun kita
harus benar-benar memperhatikan isyarat dan tanda baca yang muncul di tiap ayat
Al Quran.
4. Kemudian
yang paling penting berikutnya dalam membaca Al Quran adalah mengetahui tekhnik
membaca Al Quran yang dikenal diantaranya seperti :
a. Idgham
Bighunnah, dibaca berdenggung sampai 6 har’kat
b. Idgham Billaqunnah, sama halnya dengan Idgham Bighunnah
c. Izhar, dibaca jelas
d. Ikhfa, dibaca samar
e. Iqlab, apabila bertemu dengan huruf iqlab, maka dibaca huruf mati contoh mim ( م )
b. Idgham Billaqunnah, sama halnya dengan Idgham Bighunnah
c. Izhar, dibaca jelas
d. Ikhfa, dibaca samar
e. Iqlab, apabila bertemu dengan huruf iqlab, maka dibaca huruf mati contoh mim ( م )
Dengan mempelajari tekhnik diatas kita semakin faham
dan mengetahui bagaimana cara membaca Al Quran yang baik dan benar serta
bagaimana cara melafazkan dari tiap ayat Al Quran.
5. Yang
terakhir adalah “praktek”. Dengan mempraktekan bagaimana cara membaca Al Quran,
kita bisa mengetahui seberapa besar kemampuan kita dalam membaca, memahami Al
Quran. Membaca Al Quran juga sangat diwajibkan sebagai Ummat Muslim karena dari
tiap 1 ayat yang kita baca mengandung 10 kebaikan. Agar kita fasih dan benar
dalam membaca, melafazkan dan memahami Al Quran ada baiknya menggunakan guru
pembimbing agar jika terjadi kesalahan dalam melafazakannya ada yang membantu
memperbaiki kesalahan dalam melafazkan.
Seperti
Sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi :
” Ibadah
yang paling utama bagi umatku adalah membaca Al Quran ” dan Hidup dalam naungan
Al Quran adalah untuk mendapatkan kedamaian dan keindahan dunia akhirat, karena
sesungguhnya Al Quran adalah Pedoman hidup bagi setiap umat manusia yang setiap
kejadian di dunia sudah tertulis di dalam Al Quran.
Belajar
membaca alquran dengan baik juga memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan
manusia. Waktu yang
baik dalam membaca Al Quran adalah sebelum masuk waktu Shalat subuh dan setelah
shalat Magrib.
0 komentar:
Posting Komentar